Bagiku seni adalah titik, biarkan sejenak kulukis indahnya dunia ini dengan titik-titik yang bermakna.

Showing posts with label artikel. Show all posts
Showing posts with label artikel. Show all posts
April 05, 2018

Ujian Bukan Tentang Apa Masalahnya, Tapi Bagaimana Menyikapinya

by , in
source : www.unsplash.com

Persis suasana ketika matahari tergelincir ke arah barat, ketika bayangan menyentuh nadir malam, pada saat itu sebuah pelajaran diturunkan oleh Sang Penguasa Malam melalui sebuah cerita yang dibawa oleh seorang teman.
Hampir 2 tahun tidak bertatap muka, dan hampir pula aku sempat tidak percaya bahwa orang yang ada dihadapanku itu adalah teman yang dulu sering main ke ruanganku untuk sekedar bercengkrama. Tatapannya sayu, garis hitam dibawah matanya menandakan bahwa ia terbiasa menemani rembulan sepanjang malam. Lama kutatap ia sembari membicarakan pengalaman baru yang kita temui selama tidak bertemu. Dan disela percakapan aku terus mengamatinya. Aku rasa jarum timbangan tidak bergairah untuk sekedar bergeser ke kanan jika ia berdiri diatasnya.
Karena sudah tidak lama bertukar cerita, aku berusaha menjaga ucapanku agar dia tidak tersinggung atau terbebani sampai kepikiran.
Sampai akhirnya aku berani bertanya, " Terakhir setahu aku kamu sakit ya? Kamu udah sembuh kan?"

"Alhamdulillah udah".

Dia mulai menjemput kenangan itu. Dia menceritakan bahwa beberapa tahun lalu ia terkena sakit paru-paru. Menurut diagnosa dokter penyakitnya cukup parah, hanya semangat dan izin Tuhan yang bisa mengubah takdirnya. Berbulan-bulan dia terbaring sakit, menenggak obat dengan dosis tinggi untuk membunuh penyakit. Berdasarkan ceritanya, pasien sepertinya banyak yang kalah dan akhirnya meninggal karena tidak kuat menahan efek samping dari obat tersebut.
Alhamdulillh dia berhasil melewati masa sulitnya, meskipun sekarang masih ada guratan masa lalu yang tersisa, sebagaimana yang sangat kuperhatikan diawal mula pertemuan kami. wajahnya masih lesu dan tubuhnya ringkih.

'Waktu mengerjakan skripsi aku benar-benar nggak kuat lagi. Aku bahkan udah bilang ke dosenku kalau aku nyerah. Tapi ketika aku inget lagi bagaimana perjuangan orang tua buat aku dan juga menyadari bahwa semua orang menyemangatiku, akhirnya aku bangkit. Meskipun setelah itu aku berjuang antara hidup dan mati untuk bisa sembuh seperti sekarang.'

Tidak cukup hanya sekedar perjuangan untuk sekedar bernafas lega, masalah baru muncul silih berganti menghampiri gadis tegar ini. Meskipun dari tatapannya masih tergurat bagaimana kekecewaannya terhadap hal tersebut, namun tidak ada dendam yang ia pendam.

'Kecewa pasti, sedih iya, tapi hidup ini terlalu indah untuk semua kekecewaan dan kesedihan itu. Kamu tau efek samping dari minum obat dengan dosis seperti itu? Aku jadi lupa sebagian memori aku. Meski demikian aku percaya itulah cara Allah memberikan lembar kehidupan yang baru buat aku. Aku dilupakan karena Allah mau aku hidup bahagia'

Jantungku bergemuruh hebat, rasanya leherku bengkak dan sakit, bahkan membuatku ingin menangis. Ya Allah sesungguhnya aku hanya tersandung kerikil namun mengaduhnya sudah seperti dihimpit batu. Aku hanya terpapar matahari namun jeritannya seolah seperti dibakar bara api.

'Ema dengan ujiannya berjuang untuk bernafas. Dia berjuang agar bisa melihat senyum yang memudar di bibir orang tuanya, dia berjuang agar bisa bertemu teman-temannya dan membuat kenangan baru bersama mereka. Ia ingin merasakan bagaimana bisa mendedikasikan keahlian akademiknya di dunia kerja. Sedangkan aku hanya di uji dengan kesempatan untuk memperluas pergaulan dan menyambung kembali silaturahim dengan orang-orang disekitarku yang mungkin selama ini sempat tidak sempat untuk sekedar menyapa  hai kamu apa kabar? sehat?' gumamku yang ternggelam dalam pergulatan batinku.

"Em, terima kasih ya. Siapa sangka, setelah lama nggak ketemu. Namun sekalinya ketemu aku ngerasa benar-benar bersyukur. Mungkin kamu tidak bermaksud menggurui aku, tapi pengalaman dan perjuangan kamu mengajari aku sebuah pelajaran yang berharga. Ini cara Allah ngasih tau ke aku Em, bahwa ujian atau cobaan yang datang ke aku hanya cara Dia agar aku semakin dekat kepada-Nya"
Ujian bukan tentang apa masalah yang menghampiri kita, tapi bagaimana kita bisa berlapang dada menghadapinya, lalu tidak menaruh dendam atau sesal setelahnya. Namun yang terpenting dari semua itu adalah biarkan Allah terlibat dalam setiap urusan kita. Perbanyak istighfar, iringi dengan bersabar dan tawakkal.




November 03, 2017

Pengangguran Jadi korban Prospek Pengusaha Baru

by , in
Ilustrasi via Unsplash.com

Hai para skripsi fighter udah berapa butir nelen promag? Itu sakit beneran apa kehabisan bahan pangan yak? Ngerjain skripsi emang kewajiban, tapi ingat juga kesehatan. Laptop aja butuh chargeran, masa lo harus kerja disaat perut kosong. Dan rumah sakit juga hampir nggak ada tempat buat nampung penderitaan mahasiswa tingkat akhir kaya lo. Pokoknya kalian harus segera lulus biar kita bikin Asosiasi Pengangguran Terbuka Indonesia. Kalau perlu kita bikin partai biar Indonesia tau eksistensi pengangguran di bumi pertiwi ini.

Sekali lagi gue bilang, alhamdulillah gue masih memegang record menunggal plus pengangguran. Dan sekali lagi gue ceritain, meskipun sering dapet panggilan interview, ujung-ujungnya gue harus keselek kuku karena diperdaya perusahaan bodong. Rasanya gue pengen ngajak ustad yang sering ngasih pengajian di mushola desa Cadas Ngampar sekaligus minjem TOA fenomenal mesjid yang volumenya lebih dari 7 oktaf itu, cuma buat bilang 2 kata di depan para karyawan "ITUUUU NYAAAAAA!!!" Biar alis mereka merinding dan langsung tobat. Bisa-bisanya orang kaya mereka numpang hidup di negeri ini dan mencoreng merah-putih dengan akal busuknya. Nggak inget apa gimana susahnya bikin skripsi sampe tetanus dan beri-beri. Bayangkan betapa susahnya dulu pengorbanan orang tua supaya anaknya pinter, bahkan mereka hati-hati ngasih makanan biar enggak kemakan yang bisa menghambat pencernaan dan jalan pikiran, tapi nyatanya setelah pake toga otak anak kesayangan mereka tumpah ruah dan berceceran dimana-mana. Setelah tau uang dan bernafsu buat dapat lebih, mereka pun memperbudak kebodohan dan kepolosan manusia setipe gue dan menghalalkan segala cara asalkan dapet fulus. Kalo gue punya kantong doraemon, rasanya gue pengen nyamperin mereka ke masa lalu, trus gue jitak jidatnya sampe pesawat NASA bisa parkir disana. Sekalian gue juga mau bantuin biar di masa depan otak mereka enggak kesempitan sehingga bisa mikir lebih kreatif dan positif.

Meskipun jantung sering kejang-kejang mikirin status temporal saat ini, setidaknya gue bisa lebih sering ngumpul sama temen-temen. Dulu kalau ketemu, topik pembicaraan kami ya seputar mata kuliah atau apa gitu yang enggak jauh-jauh dari perkuliahan. Tapi sekarang pas udah lulus, jadi beda bray. Kalau nggak ditanyain kerja dimana, kapan mau ngundang atau digaji berapa? Mereka nggak tau apa, pertanyaan itu kaya tusukan gigi lagi nyolok cilok? Sakit tau nggak. Gue pernah kepikiran kalo ditanya kaya gitu gue pura-pura asma aja atau tiba-tiba step biar mereka berenti ngomong.
Disamping pertanyaan, sekarang gue juga lagi menghindari teman-teman yang lagi belajar ngeprospek orang. Maklum anak baru, jadi harus rajin-rajin ngajakin orang ikut jaringannya, beli produk atau pake jasa dia. Mereka nggak liat apa, demi bertahan hidup di rantau gue bela-belain makan gorengan selama sebulan ngikut si Vita. Untung pas ditawarin tiket pesawat air mata gue cuma ngumpul ngegemesin di ujung mata dan bon cabe gak tumpah ke hidung sampe akhirnya gue harus nangis pake ingus. Gue tahu mereka ngerasa gue kurang piknik dan homesick, tapi timingnya kenapa disaat gue terancam di phk jadi asisten salah satu dosen? Mau gue bayar pake apa? Pake ijazah, atau pake CV?

Gue punya temen, enggak deket sih tapi temen, enggak suka jalan sih tapi sering main. Dimata gue dia cewek berbahaya yang wajib dihindari karena setiap ngobrol selalu ujung-ujungnya modus prospek.  Gue pikir dia nanyain kapan pulang karena murni kasian sama temen yang udah menahun enggak pulang, eh pas gue jawab dia malah nawarin tiket pesawat terbang. Dan kemaren pas ketemu dia tiba-tiba nanya, "Eh bedaknya ketebelan enggak sih". Gue tau dia lagi modus, sebenernya gue pengen jawab Iya tau ketebelan, sama kaya lo pake tepung tapioka! biar prospeknya gagal meskipun sebenarnya bedak yang dimaksud enggak ketebelan sih. Untung dia temen gue, jadi gue jawab jujur aja Enggak kok biasa aja. Eh si Della enggak paham kode dia malah nanya,  Emang pake bedak apa? Dan tiba-tiba si ratu prospek” mengeluarkan umpan-umpan rayuannya. Jika dia sudah berbicara maka ujian itu menerpa hidup gue dan gue harus tabah menghadapinya sambil zikir untuk menghindari godaan belanja yang terkutuk. Dan pernah juga dia nyeritain bisnisnya, ditengah pembicaraan gue langsung bilang eh, ini nggak lagi prospek kan? Dia langsung senyum-senyum jahat gitu. Hedeuh!

Dalam cerita ini gue sengaja enggak publish nama doi takut dia buka lapak di blog ini dan prospekin pengunjung blog ini dengan usaha travelnya Rezki tour and travel. Yah kalo lo penasaran seberapa jago sih doi ngeprospekin orang, searching aja nama travelnya. Katanya sih doi jual tiket murah gitu, kalo lo nggak percaya coba beli. Tapi walau gimanapun gue salut sama dia. Disaat gue nyari kerja, dia buka lapangan kerja sendiri dan mempekerjakan orang. Orang-orang kaya gini yang besok bakalan di kejar-kejar wartawan SWA, the Economist, New York Times dan Forbes. Dan orang kaya gue cuma ngerame-ramein headline news setiap tanggal 20 Februari. Meskipun suka gedek dijadiin korban prospek pengusaha baru ini,  tapi ada banyak hal yang gue pelajari dari doi. Dalam menjalankan semua hal, lo harus yakin sama diri sendiri meskipun orang lain susah ngebedain antara ketulusan dan modus prospek hehe.
November 03, 2017

Hey, Kapan Mau Ngundang Kita Ke Wisuda?

by , in
source : unsplash.com

Oh ya seperti biasa mari kita sapa para skripsi fighter yang saat ini sedang melihara kantung mata biar keliatan begadang demi dedikasi mereka terhadap status mahasiswa akhir. Hai kalian, kapan ngundang kami ke wisudaan? Entar ditanya kapan nikah, gue takut di tebas pake mandau terbang. Ngomongin masalah skripsi, mahasiswa tingkat akhir sama problema revisiannya sama kayak membahas sisi kelam kehidupan mahasiswa. Apa coba skripsi, bikin temen gue ringkih bahkan mengerut kaya cengek dijemur. Mereka merayap bahkan ngesot sampai ke parkiran perusahaan atau bank biar para responden ngelirik kuesioner ditangannya. Tapi nyatanya apa, meskipun para responden tersebut merupakan sampel terbaik yang dihasilkan rumus slovin, mereka tidak tergoyahkan. Bahkan Isac Michael sekalipun tidak mampu meluluhkan perasaan sebagian para responden. Dan enggak cuma susah ngumpulin 30 respon,  sekarang pas di running ternyata data enggak reliabel atau enggak valid?? Oh my God! Gue jadi paham kenapa laptop mahasiswa akhir rata-rata engselnya pada rusak. Soalnya si laptop dijadiin samsak dan di jab berkali-kali. Guys!!!! Enggak masalah lo harus pake cara anti mainstrean kaya salto, kayang dari kosan ke kampus atau nangis sampai ngejerit dibawah shower sambil ngetik skripsi pake kaki, yang penting akhirnya skripsi lo kelar juga. Revisi itu biasa, dosen galak lagu lama, panas-dingin suasana sidang kaji lama yang dari jaman jebot juga dirasain oleh para pemimpin yang lagi tiduran di senayan. Mungkin mereka sampe sekarang masih ngantuk karena selama skripsian cuma tidur 1,2 detik perhari. Lo harus kuat mental buat nyelesain skripsi sekalipun habis itu tiba-tiba ambulance Rumah Sakit Jiwa parkir di depan kosan lo. Biar si Ongki (Film Kecil-Kecil Jadi Mantan, itu lhoh yang suaminye Rohaye) yang sampe bebini masih di kepit di ketek emaknya kaya dompet kondangan. Enggak apa-apa kok yang penting akhirnya lo ngundang gue ke wisuda. Mau gue bawain apa? CV, fotokopi KTP, amplop coklat? Tenang dirumah gue stoknya banyak. Asal lo jangan minta uang aja ke gue, perlu gue endorse lagi kalo gue pengangguran biar pas lo wisuda gue dipanggil kedepan dapet gelar “Summa Cumlaude” karena paling lama jadi pengangguran? Oke terus aja gitu, gue sumpahin juga skripsi lo cepet kelar biar jadi kenyataan sekalian.
Berada di puncak teratas status mahasiswa sering bikin mahasiswa kena depression disorder. Malah gue pernah baca artikel, ditemukan mahasiswa tewas gantung diri karena tak kuasa menanggung beban skripsi. Nih ya pesen Dosen gue bapak Mukhammad Yazid (Maaf pak lupa gelar), tugas akhir yang dinyatakan skripsi adalah tugas yang selesai. Jadi buat apa kalian bikin judul keren-keren tapi ujung-ujungnya nggak kelar. Tulislah apa yang kalian suka biar lebih enjoy mengerjakannya Menulis apa yang disukai bukan berarti sembarangan dong, entar malah dibuang lagi kaya kasus tempo hari, sebuah universitas ngebuang skripsi mahasiswanya.

Pesen gue sih, tenang aja ini bukan pesan terakhir kok. Soalnya gue bakal terus berpesan sampe lo ngasih undangan wisuda. Sering-sering aja ngumpul bareng teman sambil ngegadoin bon cabe atau gorengan kek buat diskusi. Barangkali temen lo bisa ngasih ide, tapi sabar aje kalo lebih banyak yang curhat ke lo daripada lo sendiri. Atau mungkin lo datengin dosen satu-satu sekalian nyakuin dosa selama kuliah. Siapa tau karena masih banyak salah lo jadi susah mikir. Habis minta maaf nah coba tanya pendapat beliau. Dosen lo bukan cuma dosen pembimbing guys. Selagi lo mahasiswa bahkan entar lulus dan beranak-pinak mereka semua yang ada dan menyinari kampus lo dengan ilmunya itu adalah dosen lo. Buka mata, buka hati dan ingat kebaikan-kebaikan mereka selama ini sehingga lo sadar betapa banyak dosen yang lo abaikan nasehatnya (lhah gue kayak training motivator yaak). Berhentilah mengeluhkan si ini dan si itu yang tidak bersalah. Lo harus ikutin jargon Pak Jokowi, “Kerja, kerja, kerja”. Jadi mulai sekarang logout semua akun sosmed lo, matiin paket sekalian kubur hp lo (gue sih ga segitunya sih hahaha) dan mulailah kerjain skripsi. Dan terakhir, lo bisa kan dateng ke rumah camer sambil bawa undangan ke wisuda. Siapa tau besoknya disuruh bikin undangan pernikahan anaknya, tapi bukan sama lo hahaha.
November 03, 2017

Fresh Graduate, Waspada Jebakan Perusahaan Siluman

by , in
Times
Ilustrasi by Unsplash.com
Seperti biasa, gue nggak akan pernah lelah buat nyapa para skripsi fighter  di dunia maupun di akhirat. Hai kalian, mau sampai kapan jadi pengangguran terselubung? Meskipun saat ini diantara kalian lagi jambak-jambakan kerudung biar paling awal semprop dan sebagian lagi nyabutin jambang teman biar ditunda sidang, gue yakin kalo suatu saat lo bakal ngerasain gimana rasanya dibilang “lulus” meskipun dibantai sampe badan mengkerut kehabisan keringat. Semangat ya, kaya gue yang selalu semangat meskipun udah ditolak kerja berkali-kali. Yang penting berusaha, selebihnya banyakin tobat aja biar jadi pemuda sholeh dan ketika lo berdoa malaikat pun ikut ngeaminin.

Kayaknya akhir-akhir ini pojok sastra agak bersarang laba-laba (tapi gak sebanyak pojok Artnya si mapita. Kayanya anak itu lagi ngumpulin mood dan keberanian buat ngeposting karyanya hehehe). Maklum ibunye lagi sibuk nyongkel rejeki di ibu kota. Enggak tau kenapa akhir-akhir ini gue lagi rajin aja ikutan jobfair dan ngasongin ijazah S1 ke berbagai perusahaan. Alhamdulillah sampai hari ini status gue udah nggak pengangguran lagi, tapi karyawan yang tertunda. hahaha. Sama kaya orang yang habis jalan-jalan, kali ini gue enggak cuma bawa CV nyisa tapi juga mau nyeritain pengalaman gue pas nyari kerja. 

Setelah sekian lama akhirnya gue sadar kenapa sampai saat ini bukan hanya menunggal, gue juga mesti pengangguran. Karena sering masukin lamaran ke perusahaan BUMN, gue harus kalah berebut pancingan dengan puluhan ribu pelamar yang berasal dari universitas favorit lainnya. Wajar aja kalo baru masuk meja administrasi, CV gue udah disingkirin karena nggak ada yang percaya di sentul ada kampus. Soalnya pas ditanya “kuliah dimana?”gue jawab Bogor malah dibilang IPB, gue bilang Sentul malah dibilang ngibul. Oke mumpung lagi inget, sekali lagi gue tegaskan bahwa selama empat tahun ini gue nggak pernah kuliah di sirkuit apalagi di jalan tol. Gue kuliah di kampus namanya STEI TAZKIA. Lokasinya dibelakang mesjid Andalusia, deket pasar Ahpoong dan Bellanova. Kalo masih nggak percaya dateng aja langsung dan sebut nama gue tiga kali, siapa tau ada yang kenal gue.

Biar nggak jadi pengangguran selamanya, gue memutuskan untuk berhenti sejenak menyasar perusahaan BUMN. Akhirnya gue download aplikasi lamaran kerja dan mengirimkan CV ke beberapa perusahaan yang saat itu membutuhkan lowongan kerja. Beberapa minggu kemudian akhirnya gue dapet  email panggilan interview. Biasanya sebelum wawancara kerja, gue selalu searching dulu profil perusahaan dan lokasi akurat alamat perusahaan, apalagi gue buta banget sama kota Jakarta. Bogor aja bikin gue sering nyasar, gimana kalo gue dicecerin kaya lembaran cepek di Jakarta. Bisa habis di oper sana-sini sampe lupa udah dimana.. Gue akhirnya searching berbagai informasi tentang perusahaan tersebut. Sumpah jantung gue ambruk ngebaca fakta tentang perusahaan itu. Ternyata alamat yang dicantunkan tidak ditemukan di peta. Setelah baca beberapa artikel ternyata perusahaan itu milik siluman. Lah kok bisa? Apa emang ada kali ya perusahaan alam gaib yang lagi pengen merektrut manusia gitu. Wah kayanya perusahan itu milik konglongmerat siluman. Gue sih mau aja kerja asal digaji dengan uang halal dan dikasih tempat kerja yang nyaman dan penuh cahaya iman dan islam. Tapi masalahnya jika digaji pake uang dan nyampe rumah berubah jadi daun? lhah piye? Tapi faktanya perusahaan siluman ini cuma akal-akalan manusia busuk (bau menyan sama bunga kamboja) yang pengen dapet duit dari hasil memeras para fresh graduate yang masih polos.

Bro, kerjaan bukan  kaya balapan F1 yang dilakukan Rio Haryanto sampe harus terburu-buru, tapi milih profesi yang tepat dan membuat kita nyaman dalam bekerja (ciyee pesan moral). Jadi buat lo yang senasib dengan gue, gak usah buru-buru deh biar dapet kerja kalo ujung-ujungnya lo cuma dijadiin darah segar para drakula perusahaan. Bukannya bisa nabung buat modal kawin, semua kekayaan lo malah ditilap orang yang nggak bertanggung jawab. Sebelum ngelamar kerja, alangkah lebih baik kalo lo searching dulu berbagai informasi tentang perusahaan tersebut. coba cek sejarah, integritas dan corporate image-nya. Karena nggak semua tempat kerja perfect, setidaknya dengan mengetahui informasi lebih dalam lo udah bisa ngebayangin “rumah kerja” lo.